Sesaat untuk kesekian kalinya Aku mendengarkan apa yang ada dalam benakku
Riuh Ramai, semua bergulat dengan opininya masing-masing
Tak hanya kali ini, entah mungkin ini yang ke-juta kalinya
Tak pernah sepi juga benak ini meski hanya sedetik pun.
Ku coba mendekati mereka, para jiwa yang tak pernah berkutik untuk saling mengalah…
Mendengarkan tiap celoteh dan ocehannya.
Sempat aku tersenyum, meskipun dada yang kian berdebar meleburkan senyum ini…
Tak sedikit melihat omong kosong yang mereka katakan…
“SETAAAAAAAAAAAAAAAAAAN KALIAN SEMUA…..!!!” Teriakku dengan bibir yang tetap terkunci…
“TAK BISAKAH KALIAN MEMBANTUKU UNTUK SEKEDAR MERASAKAN KETENANGAN….??”
“KITA SATU RAGA… TAPI TAK PERNAH SEKALIPUN KALIAN SALING MENDUKUNG UNTUK MENENTUKAN APA YANG SELANJUTNYA KITA RAIH…..”
“ANDAI AKU BISA… AKU SUDAH MENGUSIR KALIAN DARI RAGAKU……”
Hmmmmm…. beberapa kali aku harus menghela nafas….. dan disitu sang Amarah masih setia tersenyum.
Aku…
Bukan lah Aku tak mensyukuri apa yang ada padaku
Aku bersyukur masih mempunyai Sabar, selain aku juga mempunya Amarah….
Aku bersyukur masih mempunyai Keyakinan, selain aku merasa keterpurukan….
Tapi terkadang, pikiran dari diriku sendiri membuat aku tak mampu menerima apa yang aku temui…..
Ego ku masih terlalu “SIALAN” untuk sekedar mengalah…..
“Astaghfirullah….”
Diamkan hati. berharap aku masih bisa Merelakan, setelah aku tak mampu Mengikhlaskan
Hingga nantinya Aku ingin mengikhlaskan semua yang ada pada diriku…

